Santri dan Santriwati dalam kegiatan Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan

Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan atau yang sering disingkat PP MIHA didirikan oleh KH Achmad Musayyidi Munaqib. Pondok Pesantren yang didirikan pada tahun 1964 Masehi itu terletak di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Saat ini Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan yang diasuh oleh KH Masykur Wardi dan Nyai Hj Murtasimah ini memiliki beberapa lembaga formal dan non formal.
Lembaga formal diantaranya :

  • Paud Sinar Fajar
  • TK Sinar Fajar
  • SD Mabdi’ul Ihsan
  • SD Lazuardi Tursina Banyuwangi
  • SMP Plus Cordova
  • MTs Mabadiul Ihsan
  • SMA Plus Cordova
  • SMK Cordova
  • MA Mabadi’ul Ihsan
  • SMKN 2 Mabadi’ul Ihsan Tegalsari
  • PKBM Mabadi’ul Ihsan
  • Universitas Terbuka
Kegiatan Santri Pada Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan

Adapun lembaga non formal diantaranya TPQ mabadi’ul Ihsan, Program Tahfidz Pasca TPQ (PTPT) dan Madrasah Diniyah Mabadi’ul Ihsan. Pondok pesantren yang memiliki santri sekitar 800 ini mempunyai Visi dan Misi yakni Menjunjung tinggi nilai agama serta berjiwa qur’ani. Mencetak santri sebagai masyarakat berjiwa agama, berwawasan luas serta mencintai lingkungan dengan meningkatkan kegiatan – kegiatan keagamaan dan lingkungan untuk membangun serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Santri juga diarahkan untuk menjadi santripeneur dalam mewujudkan generasi yang unggul dan menjadikan Pesantren Mandiri. Wujud realisasi dari itu semua Pesantren berikhtiar melalui beberapa pelatihan yakni Pembuatan Roti, Pengolahan Susu Kedelai, Pelayanan Loundry. Dan akhirnya Pesantren melanjutkan pelatihan yang telah didapat dengan membuka usaha diantaranya : MIHA LOUNDRY, MIHA BAKERY, dan Produksi SUSU KEDELAI KAFABINAA. Pesantren Mabadi’ul Ihsan menjadi salah satu dari 10 Pesantren yang mendapatkan Bantuan Usaha dari HIPMI yakni MIHA MART. Selain itu santri juga dididik untuk peduli terhadap lingkungan dengan pelatihan pengolahan sampah yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan  diajarkan untuk menjadi santri yang produktif dengan memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang bagus.